akademik
07 September 2026
Dipublikasikan
Mojokerto, 7 September 2026 – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti ruang pertemuan utama STIKES Dian Husada Mojokerto pada Senin (7/9), seiring dengan digelarnya Rapat Kerja (Raker) tahunan institusi. Mengusung semangat transformasi dan peningkatan mutu berkelanjutan, kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini diikuti oleh seluruh elemen civitas akademika, mulai dari jajaran dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga perwakilan unit kerja di lingkungan kampus. Raker kali ini menjadi momen krusial untuk mengevaluasi capaian tahun sebelumnya sekaligus memetakan arah kebijakan untuk periode mendatang.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kampus STIKES Dian Husada tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua STIKES Dian Husada Mojokerto, Nasrul Hadi Purwanto, S.Kep.Ns., M.Kes. Dalam pidato pembukaannya yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit, beliau menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi di bidang kesehatan saat ini dituntut untuk tidak hanya unggul dalam aspek pengajaran, tetapi juga adaptif terhadap perubahan regulasi nasional dan kebutuhan pasar tenaga kesehatan. Beliau mengajak seluruh peserta raker untuk meninggalkan pola kerja konvensional dan mulai mengadopsi pendekatan yang lebih kolaboratif, inovatif, serta berorientasi pada luaran (outcome-based education). "Raker ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang bagi kita untuk melakukan lompatan kualitas. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir dari ruangan ini benar-benar berdampak pada peningkatan kompetensi lulusan dan kesejahteraan seluruh staf," tegasnya di hadapan puluhan peserta yang hadir.
Memasuki sesi inti, rangkaian acara dibagi menjadi beberapa tahapan, yakni pemaparan evaluasi kinerja tahun akademik 2025/2026 yang lalu, dilanjutkan dengan diskusi panel tematik, dan diakhiri dengan sidang komisi untuk merumuskan rekomendasi kebijakan. Dalam sesi evaluasi, terungkap beberapa capaian positif yang telah diraih, namun juga terdapat sejumlah celah perbaikan, terutama dalam hal indeks kepuasan mahasiswa terhadap layanan administrasi akademik serta tingkat partisipasi dosen dalam publikasi ilmiah bereputasi. Data tersebut kemudian menjadi bahan bakar utama bagi diskusi panel yang dipandu oleh para Wakil Ketua bidang Akademik, Kemahasiswaan, serta Sumber Daya.
Setelah melalui perdebatan dan perumusan yang alot, Raker STIKES Dian Husada Mojokerto akhirnya menghasilkan serangkaian keputusan strategis yang terbagi dalam tiga pilar utama. Pilar pertama adalah kebijakan akademik, yang salah satu keputusannya paling monumental adalah revisi kurikulum yang akan mulai diimplementasikan pada tahun akademik 2026/2027. Kurikulum baru ini dirancang dengan penekanan pada penguatan keterampilan klinis berbasis simulasi digital dan penambahan jam praktik lapangan di rumah sakit rujukan tipe A dan B. Selain itu, sistem bimbingan akademik juga akan direvitalisasi, di mana setiap dosen wajib menjadi mentor bagi tidak lebih dari 10 mahasiswa untuk memastikan pendampingan yang lebih personal dan efektif.
Pilar kedua menyangkut kebijakan sumber daya manusia dan tata kelola institusi. Dalam upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, raker memutuskan untuk memberikan insentif khusus bagi dosen yang berhasil meraih hibah penelitian kompetitif baik di tingkat provinsi maupun nasional. Di sisi lain, tenaga kependidikan juga tidak luput dari perhatian, dengan adanya program rotasi kerja dan peningkatan kompetensi administrasi melalui sertifikasi profesi di bidang manajemen perguruan tinggi. Untuk mendukung hal tersebut, institusi berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran pelatihan yang lebih besar, sekaligus menambah sarana prasarana penunjang seperti laboratorium bahasa dan ruang baca terintegrasi.
Pilar terakhir yang menjadi sorotan utama adalah penetapan target capaian kinerja (Key Performance Indicators/KPI) yang lebih ambisius untuk tahun akademik 2026/2027. Beberapa target yang disepakati antara lain adalah peningkatan angka kelulusan tepat waktu (tepat 4 tahun) hingga mencapai minimal 95 persen, peningkatan jumlah publikasi dosen di jurnal internasional terindeks Scopus minimal tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, serta perluasan kerja sama dengan 10 institusi kesehatan baru baik di dalam maupun luar negeri untuk program magang dan studi banding. Tidak hanya itu, target akreditasi program studi juga menjadi komitmen bersama, dengan ditargetkannya perolehan nilai akreditasi unggul untuk minimal dua program studi yang ada.
Menjelang akhir sesi, seluruh pimpinan unit dan ketua program studi menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja yang menjadi simbol komitmen kolektif terhadap hasil-hasil raker. Ketua STIKES Dian Husada Mojokerto, Nasrul Hadi Purwanto, S.Kep.Ns., M.Kes., dalam sambutan penutupannya menyampaikan rasa optimisme yang tinggi. Beliau mengingatkan bahwa rumusan kebijakan ini akan sia-sia jika tanpa diikuti oleh eksekusi yang disiplin dan pengawasan yang ketat. "Kita telah memiliki peta jalan yang jelas. Kini saatnya kita turun ke lapangan, bekerja dengan hati, dan buktikan bahwa STIKES Dian Husada adalah institusi yang tidak hanya besar, tetapi juga bermartabat dan berkualitas. Saya yakin dengan kebersamaan kita, semua target di tahun 2026/2027 ini bukan hanya mimpi, melainkan kenyataan yang dapat kita raih," pungkasnya, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara.